Reksadana Pasar Uang dan Deposito? Apa Bedanya? Simak Ulasannya Berikut!

Saat ini sudah banyak yang menyadari pentingnya melakukan investasi bahkan dari usia muda. Ada banyak jenis investasi yang cocok dipilih untuk para pemula diantaranya adalah deposito dan reksadana pasar uang . Kedua jenis investasi tersebut memiliki resiko yang lebih rendah jika dibandingkan dengan investasi saham. Akan tetapi, karena resiko yang rendah yang sama-sama dimiliki oleh kedua jenis investasi tersebut, tidak sedikit yang bingung apakah akan memilih investasi di reksadana jenis pasar uang atau di deposito.

Untuk membedakan dan memudahkan memilih investasi yang tepat untuk Anda dengan resiko yang kecil ada beberapa point penting yang bisa menjadi pertimbangan Anda. Pertama adalah nominal pembuka untuk berinvestasi. Deposito menjadi salah satu produk perbankan yang ditawarkan tidak hanya di perbankan konvensional namun juga di syariah. Untuk membuka deposito maka Anda harus menyiapkan dana sebesar Rp 5-8 juta terlebih dahulu sedangkan untuk membuka jenis investasi reksadana, Anda hanya perlu menyiapkan setidaknya uang Rp 100 ribu. Bahkan di toko online yang menyediakan fasilitas investasi reksadana, Anda bisa membeli dengan modal awal untuk pembukaan rekening sebesar Rp 10.000.

Kedua adalah masa investasi. investasi untuk yang reksadana jenis pasar uang cocok untuk Anda yang ingin berinvestasi dengan modal kecil dan dalam jangka waktu yang singkat yaitu kurang dari 1 tahun dan tidak ada periode penguncian dana. Artinya Anda bisa menjual investasi tersebut kapan saja dan sesuai dengan tata penjualan yang sudah ditetapkan. Apakah ada biaya penalti? Jawabannya adalah tidak sehingga Anda bisa lebih bebas menjual investasi tersebut.

Sedangkan untuk deposito, ada masa investasinya sendiri. Jika reksadana pasar uang memiliki likuiditas tinggi, maka deposito hanya bisa diambil sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan dan disepakati sebelumnya saat pembukaan rekening deposito. Ada yang 1 minggu, 1 bulan, 3, 6, 9 ataupun 12 bulan. Semakin lama periode penguncian dananya maka tingkat bunga akan semakin besar sehingga return juga lebih besar. Namun jika Anda mengambil sebelum masanya berakhir, maka Anda harus menanggung biaya penalti atau pengurangan bunga.

Ketiga adalah cara kerjanya. Ketahui dahulu cara kerja dari masing-masing investasi tersebut. Deposito dari awal sudah menjanjikan adanya keuntungan yang pasti misalnya sebesar 3% untuk 6 bulan dengan hasil keuntungan tersebut akan dibayarkan secara terpisah dari pokok dana awal yang diberikan. Sedangkan untuk reksadana, Anda tidak menerima keuntungan yang bentuknya pembayaran terpisah seperti deposito namun Anda baru bisa untuk mencairkan keuntungan investasi lewat penjualan reksadana tersebut.

Pertimbangan lainnya apakah akan memilih deposito atau reksadana pasar uang untuk investasi adalah:

  • Resiko: Resiko terbesar deposito adalah bank yang mengalami pailit. Sedangkan jika reksadana, masalah terbesar atau resiko utama yang harus dihadapi adalah adanya fluktuasi harga yang disebabkan karena berbagai macam faktor misalnya situasi politik ekonomi yang tidak stabil.
  • Return atau potensi keuntungannya. Return yang diterima saat Anda berinvestasi di deposito tergantung dari lama investasi dan besar dana yang diinvestasikan serta dari bank-nya sendiri. Sedangkan reksadana tergantung dari dana investor untuk bisa menaikkan daya tawar ke bank agar bisa mendapatkan return yang besar.
  • Pajak. Jika deposito, Anda akan menerima hasil yang harus dipotong oleh pihak perbankan sebelum nantinya Anda terima hasil atau return dari investasi yang dilakukan sedangkan reksadana, Anda sudah mendapatkan return bersih tanpa potongan karena bukan termasuk objek pajak.
(Visited 1 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *